Sikap Terbaik Menghadapi Ujian
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ''Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun/sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” ( QS. Al-Baqarah: 155-157)
Musibah atau ujian adalah bagian dari kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang lepas dari ujian. Segala musibah yang menimpa manusia telah digariskan oleh Allah Swt, bahkan sebelum manusia diciptakan. “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadiid: 22)
Sebagai orang yang beriman, kita mestinya yakin bahwa Allah Swt mempunyai skenario yang kita tidak tahu. Satu hal yang bisa kita pegang dan yakini, bahwa skenario tersebut pastilah skenario terbaik. Oleh sebab itu kita tidak usah panik dalam menghadapi berbagai musibah dan ujian dalam hidup ini. Yang menjadi masalah bukanlah musibah atau ujian yang sedang kita hadapi, tetapi bagaimana cara kita menghadapi musibah atau ujian tersebut dengan sikap terbaik. Akan tetapi, sayang sekali kebanyakan dari kita belum mampu menghadapi ujian tersebut dengan sikap yang baik. Sebagian besar dari kita cenderung memaksakan kehidupan ini berjalan sesuai dengan keinginan kita.
Padahal Islam telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara menghadapi musibah atau ujian dengan cara terbaik. Akan tetapi kita seringkali mengabaikannya. Oleh sebab itu tidak salah jika kita kembali mempelajarinya.
Langkah pertama menghadapi ujian adalah kita harus meyakini bahwa musibah itu merupakan ekspresi cinta Allah Swt pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan ujian agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)
Kedua, kita harus yakin bahwa semakin besar dan banyak ujian yang Allah Swt turunkan kepada kita, maka semakin besar pula pahala dan sayang Allah Swt yang akan dilimpahkan kepada kita jika kita bisa menyelesaikan setiap ujian tersebut dengan baik. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (HR. Tirmidzi)
Ketiga, kita harus yakin bahwa ujian yang menimpa kita akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat, kita harus senantiasa positif thingking. Yakinlah apapun yang menimpa kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)
Kelima, yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Hal ini telah dijanjikan oleh Allah Swt dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Keenam, bersikaplah optimis bahwa kita pasti bisa melalui ujian tersebut. Allah Swt tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme akan melahirkan energi positif yang membuat kita dengan mudah dapat melalui segala ujian. Firman-Nya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Ketujuh, hadapilah ujian dengan usaha dan do’a sekaligus. Kita wajib mengerahkan segala kemampuan untuk menghadapi ujian. Setelah itu jangan lupa berdo’a agar Allah Swt memberikan kemudahan. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7–8).
Dengan berbagai ujian yang kita hadapi dalam kehidupan ini, mudah-mudahan membuat kita semakin dekat dengan Allah Swt. Musibah terbesar dalam hidup ini adalah ketika kita tidak mengenal siapa Allah Swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar